Setelah Indonesia merdeka, pada 1950 digelar Kongres PSSI di Semarang
dan Kompetisi Perserikatan. Persib yang pada saat itu dihuni oleh Aang
Witarsa, Amung, Andaratna, Ganda, Freddy Timisela, Sundawa, Toha,
Leepel, Smith, Jahja, dan Wagiman hanya mampu menjadi runner-up setelah
kalah bersaing dengan Persebaya Persebaya.
Pada tahun 50-an Aang
Witarsa dan Anas menjadi pemain asal Persib pertama yang ditarik
bergabung dengan tim nasional Indonesia untuk bermain di pentas Asian
Games 1950.
Prestasi Persib kembali meningkat pada 1955-1957.
Munculnya nama-nama seperti Aang Witarsa dan Ade Dana yang menjadi wakil
dari Persib di tim nasional untuk berlaga di Olimpiade Melbourne 1956.
Pada ajang itu, tim nasional Indonesia berhasil menahan imbang Uni
Sovyet sehingga memaksa diadakan pertandingan ulang yang berujung
kekalahan telak untuk Indonesia dengan skor 4-0.
Persib makin
disegani. Pada Kompetisi 1961 tim kebanggaan “Kota Kembang” itu meraih
juara untuk kedua kalinya setelah mengalahkan PSM Ujungpandang. Materi
pemain Persib saat itu adalah Simon Hehanusa, Hermanus, Juju (kiper),
Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukma, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him
Tjhaiang, Ade Dana, Hengki Timisela, Wowo Sunaryo, Nazar, Omo Suratmo,
Pietje Timisela, Suhendar, dll. Karena prestasinya itu, Persib ditunjuk
mewakili PSSI di ajang kejuaraan sepakbola “Piala Aga Khan” di Pakistan
pada 1962. Bintang Persib saat itu juga telah lahir Emen “Guru”
Suwarman.
Setelah itu, prestasi Persib mengalami pasang surut.
Prestasi terbaik Persib di Kompetisi perserikatan meraih posisi runner
up pada 1966 setelah kalah dari PSM di Jakarta.
Sumber: Lintas Sejarah Persib, Risnandar Soendoro